Selasa, 10 Mei 2016

puisi



PATIH SAMPUN
Tiada lagi kata asing bagi pemalang saat ini
Sejatinya patih Djiwonegoro
Kepercayaan dari kesaktian dalam sebuah kepemimpinan
Sang adipaten anom dari kadipaten pemalang
Punggawa punggawa terseret rencana pembangunan
Sungai banger dan sungai srengseng saksi perintah pangeran benowo
Sampun dados …sampun dados.. pangeran
Tercengang seakan waktu tak ingin bangun dari istirahatnya
Kepercayaan hilang berpudar sebelum kenyataan ia lihat
Satu kali bukti lagi kah haru saya lakukan?
Kesetiaanya yang menjawab seketika itu
Terbentanglah kini jembatan yang menyatukan terbukanya hubungan
Belumkah pangeran percaya kepadaku?
Hari berikutnya yang mejadi saksi
Kembalinya ia diperintah
Menerima dengan lapang tanpa kepercayaan
Sungai rambut  bojongkelor dan plawangan saksi bisu adipati
Berbulan bulan kembali adipati membangun kembali dan membangun kembali
Jangan terdiam heran kini hampir semua terbangun
Dari selatan sampai keutara dari kesetiaanku
Saksi bisu apalagi kini yang harus saya buktikan pangeran?
Terima kasih yang kini terucap dan senyuman yang menebar
Benowo, tumenngung , demang se kadipaten pemalang ingin pertemuan
Nobatlah patih sampun  saat itu
Jasa jasa yang selalu terngiang dan terimajinasi hingga pada detik ini
Tidak terlupakan dihati masyarakat pemalang
Kami bangun taman patih sampun
Sebagai bukt kencintaan kami padamu
Kata sampun yang selalu terus terus engkau ucapkan
Apapaun yang kau dengar dari pangeranmu
Kau hanya selalu siap dan hanya satu kata yaitu sampun
Sejak saat itulah engka sang adipati Djiwonegoro menjadi patih sampun


Tidak ada komentar:

Posting Komentar